MALANG.KAVLING-10 Jumlah secara keseluruhan MahasiswaProgram Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK)Universitas Brawijaya (UB) 4000 orang. Menurut panitia lokal (Panlok) setempat, hanya 1288 orang yang mengunakan hak suaranya dalam pesta demokrasi Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) 2014. Dengan demikian jumlah golput sebanyak 2712 orang saat pemilihan presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang berlangsung kemarin (10/12).

“Mungkin meskipun memilih tidak berpengaruh lansung terhadap mahasiswa seperti saya, bagi saya gak penting,“ungkap Haryo mahasiswa PTIIKangkatan 2013 yang ditemui saat pemilihan berlangsung. Selaku Mahasiswa PTIIK jurusan Sistem Informasi, dia menambahkan bahwa kurangnya sosialisi tentang pemira membuat mahasisawa lebih memilih untuk golput dikarenakantidak tau siapa yang harus dipilih.

Menanggapi hal tersebut Reza, salah satu calon EM 2014, menyayangkan adanya mahasiswa yang golput (tidak menggunakan hak suara ,red). “Golput bukan menyelesaikan solusi.Dan Golput jelas bukan solusi kerena tidak melakukan upaya sama sekali ,ketika kita golput bisa jadi nanti yang terpilih orang yang tidak susuai dengan visi misi mahasiswa pada umumnya,” ungkap dia.

Salah satu calon DPM UB, Abian, saat kami temui di TPS 22 sejalan dengan pernyataan Reza.“Saya sebenarnya sangat prihatin terhadap mahasiswa yang golput, karena dalam pemilihan yang ditentukan bukan nasib dia,fakultas,maupun golongan karena yang ditentukan adalah nasib brawijaya untuk satu tahun kedepan “ jelas dia. (hls/la)

Kondisi mahasiswa PTIIK saat antre dalam pencoblosan kemarin (10/12) Dok.Sholeh
Kondisi mahasiswa PTIIK saat antre dalam pencoblosan kemarin (10/12) Dok.Sholeh

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.