MALANG-KAV.10 Warga Kelurahan Penanggungan melakukan aksi demonstrasi menolak jalur satu arah Jalan Mayjend Panjaitan, Senin (13/10). Warga bersama sejumlah Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus melakukan demonstrasi di sepanjang jalan Mayjend Panjaitan hingga pertigaan Jalan Bogor.

Muhammad Muzaki, selaku kordinator aksi demo, menyatakan bahwa tuntutan warga dari demo yakni jalan Mayjend Panjaitan di daerah Betek-Penanggungan dikembalikan menjadi dua jalur. Sejak pukul 09.00 WIB, warga memenuhi jalan dengan spanduk menolak jalan satu arah yang merupakan kebijakan Walikota Malang, Muhammad Anton.

Muzaki menyatakan aksi ini akan terus berlanjut sampai jalan Mayjend Panjaitan dibuka 24 jam untuk dua jalur. “Dulu kami setuju jalur satu arah selama 12 jam. Warga sudah menerima. Kok moro-moro (kok tiba-tiba .red) malah diganti 24 jam,” ungkap Muzaki.

Muzaki mewakili warga juga menolak untuk menerima solusi jalur 12 jam yang ditawarkan Abah Anton dan tetap menuntut dikembalikannya jalur dua arah di Jalan Mayjend Panjaitan selama 24 jam. “Tuntutan warga 24 jam dituruti dulu. Jika nanti perkara dua jalur selama 12 jam, nanti dibicarakan lagi,” ujar Muzaki. Ia juga menambahkan, warga mau menerima keputusan satu jalur di daerah Betek jika sudah ada kajian yang jelas tentang penerapan satu jalur tersebut.

Sementara itu, Melalui Wahyu P, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, abah Anton menyampaikan pesan bahwa jalan Mayjend Panjaitan akan dibuka dua jalur selama 12 jam. “Ini kita ada Perwal (Peraturan Walikota). Karena ini merupakan produk hukum maka kita sama-sama menghormati.” ujar Wahyu.

. (ain/hls/ffb)IMG_7695

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.