Mahasiswa Difabel dari Program Vokasi tetap semangat mengikuti rangkaian acara
 Salah Satu Mahasiswa Difabel dari Program Vokasi tetap semangat mengikuti rangkaian acara

Program Pendidikan Vokasi merupakan penerima mahasiswa dengan kebutuhan khusus (difabel) terbanyak di Universitas Brawijaya (UB), seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana PK2Maba (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa baru) Program Pendidikan Vokasi M. Zhafar Faishal pada rabu (3/9) lalu.  Sebanyak 14 mahasiswa difabel tercatat sebagai mahasiswa baru Program pendidikan Vokasi angkatan 2014 yang mengikuti PK2Maba.

Rafidah Riahta salah seorang volunteer PSLD (Pusat Sosialisasi Layanan Disabilitas) mengaku senang bisa bertemu dan berkontak langsung dengan mahasiswa difabel . ”Banyak sukanya sih,  belajar bahasa isyarat, sama bisa bertemu langsung dengan orang orang itu. Duka nya adalah ketika ada orang yang mendeskriminasi maba difabel itu, membatasi ruang gerak mereka. ” jelasnya pada kamis (4/9) saat kegiatan PK2Maba Program Pendidikan Vokasi di Samantha Krida.

Menyoal tentang pelayanan inklusi di Univeristas Brawijaya, mahasiswa Psikologi ini berpendapat  bahwa sebenarnya pelayanannya sudah bagus. ”Pelayanan dari pihak rektorat aja udah bagus, seperti di perpustakaan, sudah disediakan ruang tersendiri untuk mereka. Cuma di fakultas aja sih yang harus diperbaiki. ” tuturnya

Maba Program Pendidikan Vokasi difabel penyandang tuna rungu, Deny Kurniawan terlihat antusias saat menjawab pertanyaan dari Kavling 10. Dengan bahasa isyarat dan dengan didampingi volunteer ia menjelaskan susah senangnya menjadi mahasiswa baru. ”Saya senang melihat semua mahasiswa. Senang juga pada saat ospek ada penerjemahnya jadi bisa mengerti  semua. Terus capek juga ngerjain tugas ospek” jelas Rafidah saat menerjemahkan bahasa isyarat Deny kepada Kavlling10.

Selain itu ada pula Zulfikar Anggoro Putro, mahasiswa penyandang Attentiom Defisit Hiperactive Disorder (ADHD). Penyandang ADHD adalah penyandang yang kadang tidak bisa berkonsentrasi atau memfokuskan satu hal secara penuh, dia juga terlalu banyak bergerak atau Hiperaktif. Izul menjelaskan bahwa ia senang.  ”Senang, sudah mandiri ya sudah bertambah usia. Ini mengawali saya kepada kebaikan. Saya juga senang banyak ketemu cewek cantik,” ungkapnya jahil.

Untuk UB sendiri tercatat 50 mahasiswa terdaftar di Pusat Sosialisasi dan Layanan Disabilitas (PSLD) yang tersebar di FIB, FIA, Vokasi, dll . Mahasiwa tersebut tidak dibiarkan begitu saja saat kegiatan PK2 baik Universitas atau Maba, mereka didampingi oleh para Volunteer dari PSLD Universitas Brawijaya.(rhm/ffb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.