Oleh: Rahmawati Nur Azizah

 

Cover Memoritmo
Cover Memoritmo

Sebuah lagu sering membawa kita pada sebuah momen yang tersimpan dalam benak kita. Sebuah lagu juga sering membawa perasaan kita seperti tertiup kipas angin raksasa, lalu melayang layang diudara, tapi tak jarang juga mengingatkan kita pada luka lama yang telah tertimbun dalam. Oh.. yang ini sedikit hiperbola ya.  Akan ada sebuah makna pada setiap lagu  yang kita dengarkan. Begitulah buku ini hadir. Memoritmo, memo dan ritmo. Dalam setiap lagu yang kita dengar akan ada sebuah catatan di baliknya.

Memoritmo adalah sebuah projek yang dikurasi oleh Maradilla Syachridar yang bertujuan untuk mengumpulkan catatan-catatan ingatan seseorang akan sebuah lagu. Catatan berupa kisah hidup mereka, curhat, dan bahkan cerpen. Buku ini ditulis keroyokan oleh orang orang yang bekerja di dunia musik, ataupun orang orang yang menjadikan musik sebagai semangat hidup mereka. 14 orang didalamnya akan menceritakan 14 lagu yang berbeda dan ditambah dengan cerita cerita menarik yang muncul saat mereka mendengarkan dan mengingat-ingat lagu tersebut. Cholil Mahmud ”Efek Rumah Kaca”, Meng ”Float” juga Ade Paloh ”Sore” adalah beberapa daftar penulis yang ikut memenuhi ruang buku ini, dan tentu akan memenuhi ruang baca kita dengan imaji imaji mereka.

Salah satu cerita paling menarik dari buku ini adalah cerita milik seorang musisi sekaligus vokalis dari band Efek Rumah Kaca  dan  transformasinya, Pandai Besi, yang namanya pasti kalian kenal.

Dia lah Cholil Mahmud, yang menceritakan pengalaman nya ketika pertama kali melintasi gang potlot, basecamp dari band idolannya, Slank. Cholil memang terlampau kagum pada karya-karya Slank, ia menyukai hampir semua album Slank. Salah satu lagu yang menginspirasinya untuk bermusik adalah lagu Terbunuh Sepi.

Lagu inilah yang secara tidak sadar menginspirasi Efek Rumah Kaca untuk membuat lagu Melankolia, Desember, Tubuhmu membiru… tragis dan sebagainya. Untuk sebagian orang, tulisan Cholil yang satu ini mungkin akan biasa saja, namun akan sangat berbeda ketika yang membaca adalah seorang penggemar Efek Rumah Kaca (ERK). Ia akan tahu asal muasal lagu lagu ERK yang ia dengarkan tiap hari, disela sela aktivitasnya, ternyata terinspirasi dari karya karya Slank.

Pasti akan sulit ketika kita dihadapkan pada sebuah pertanyaan Lagu apa yang paling bermakna dalam hidup kamu? Dari ribuan lagu yang telah kita dengarkan, kita harus memilih satu yang paling bermakna. Ini adalah hal yang tidak mudah. Projek buku ini seperti membawa kita untuk kembali menengok masa lalu, masa yang selalu menempel pada memori kita. Entah itu bahagia, ataupun kelewat sedih.

Buku  yang diterbitkan pertama kali tahun 2012 ini bisa memperluas pengetahuan kita akan sebuah lagu, akan makna dibalik lagu untuk orang lain. Juga sebagai stimulus untuk mengeksplorasi musik dari musisi-musisi yang mungkin namanya asing bagi kita. Sebuah karya yang patut anda baca sembari membayangkan kejadian-kejadian lucu menarik didalamnya.

Jadi, ritme lagu apa yang ada dalam benakmu sekarang?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.