KREATIF BANGUN USAHA ALA BOS

Obie Chandra Menerima Penyerahan Dandel dari Ketua Pelaksana Dalam Seminar “Creativity Entrepreneur” (oleh Anisa)
Obie Chandra Menerima Penyerahan Dandel dari Ketua Pelaksana Dalam Seminar “Creativity Entrepreneur” (oleh Anisa)

MALANG-KAV.10 Abdulah Mahfud dan Obie Chandra Kapisa dari Business Owner School (BOS) menjadi pembicara dalam seminar “Creativity Entrepreneur” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) (3/5).  Kedua lelaki ini memberi wawasan seputar kiat-kiat kreatif membangun usaha sejak dini.

Abdullah Mahfud, seorang General Manager (GM) BOS menjelaskan pentingnya perencanaan yang matang ketika hendak memulai usaha. Suatu teknik yang dapat digunakan untuk memperjelas rencana usaha tersebut adalah teknik bisnis model kanvas. Sembilan blok yang perlu dicermati dalam teknik ini diantaranya; customer segment, value proposition, channels, customer relation, revenue stream, key activities, key resources, key partners, dan cost stream. “Dengan teknik ini, kita bisa mendeteksi apakah usaha kita sakit (bermasalah) atau tidak. Jika iya, maka dengan mudah kita akan mampu menemukan cara untuk mengatasinya” jelas Mahfud.

Obie Chandra Kapisa, seorang mahasiswa sekaligus Owner Bronshop Konveksi, menjelaskan kiat sukses menjadi wirausaha muda. Menurutnya untuk menjadi wirausaha muda, setiap individu harus memposisikan diri seperti gelas kosong yang siap diisi. “Lepaskanlah baju kebesaranmu, karena ketika kamu masih memakainya maka tak akan ada ilmu yang bisa kamu serap” tegasnya.

“Mulailah berwirausaha dengan hal yang membuat kita bahagia. Selain itu untuk menjadi wirausaha, kita harus sadar tujuan dan mampu membaca situasi” tutur Obie.

Membaca situasi yang dimaksudnya adalah membaca situasi dari lingkungan internal (dalam diri sendiri) dan eksternal. Sebagai contoh, ia memaparkan pembacaan situasi di Indonesia. Sebagai negara megabiodiversity dengan wilayahnya yang luas, Indonesia justru mengalami pembangunan ekonomi jauh di belakang Jepang, Swiss, Cina, dan Singapura yang memiliki luas wilayah dan potensi sumberdaya lebih kecil. “Lebih ironis lagi, potensi sumberdaya Indonesia malah dikuasai oleh pihak asing. Inilah sebab pentingnya pola pikir entrepreneur di era ini,” tegasnya.

Lelaki yang merupakan jebolan BOS ini juga menjelaskan pentingnya coach dan komunitas sevisi untuk memompa semangat berwirausaha bagi enrepreneur pemula. “Berkawanlah dengan orang yang sefrekuensi (sevisi) dengan kita, maka tujuan kita akan semakin jelas,” tukas Obie. “Kalau ingin melihat perubahan, maka lakukanlah perubahan yang kita inginkan. Menjadi seorang wirausaha harus berani gagal, jika gagal, coba lagi dan lagi,” pungkas lelaki berkemeja biru ini.

Acara ini mendapat sambutan yang baik dari peserta. Fitari Anggraini, salah seorang peserta mengaku sangat mengapresiasi acara ini. “Asyik banget. Senang bisa dapat pencerahan terutama mengenai bisnis model kanvas tadi. Aku jadi tambah semangat dan punya inspirasi untuk berwirausaha,” tutur mahasiswi Sastra Cina ini. (anl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.