Pembukaan Rektor Cup 2014 Molor, Kontingen Harus Menunggu

 

Para kontingen dari masing-masing fakultas di UB sedang mengikuti opening ceremony Rektor Cup ke 11.
Pembukaan: Para kontingen dari masing-masing fakultas di UB sedang mengikuti opening ceremony Rektor Cup ke 11. (Dok. Rahma)

 

MALANG.KAV-10. Rektor Cup 2014 kembali diadakan, di tahun 2014 ini merupakan acara yang ke-11. Acara ini diselenggarakan atas inisiasi dari Unit Aktivitas Bola Voli Universitas Brawijaya. Upacara pembukaan Rektor Cup berada di lapangan voli belakang GOR Pertamina Universitas Brawijaya. Acara yang dijadwalkan dibuka hari ini, Senin (17/3) pukul 07.00 pagi wib ini ternyata molor sampai satu jam lebih.

Muhamad Rifaldi, selaku Kapel Rektor Cup 2014, menerangkan bahwa keterlambatan ini dikarenakan menunggu konfirmasi dari pihak rektorat “Mungkin tadi telat satu jam lebih ya, itu ya karena kita menunggu konfirmasi dari pihak rektorat. Rektorat juga baru buka jam 8, makanaya agak telat.” akunya.

Pertandingan ini berlangsung 5 hari dari senin, (17/3) hingga jumat, (21/3). Pertandingan ini berlangsung di dua tempat. ”Yang pertama disini, di lapangan voli samping GOR. Yang kedua di lapangan FPIK” tutur mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi tersebut. Selain itu, untuk lapangan voli samping GOR khusus digunakan untuk kontingen pria dan di lapangan FPIK digunakan untuk kontingen perempuan.

Ajang perebutan piala rektor ini diikuti oleh seluruh fakultas dan program setara fakultas yang ada di Universitas Brawijaya. Namun, saat pembukaan tadi kontingen dari Vokasi dan Fakultas Pertanian masih kosong. Saat ditanya adakah sanksi untuk para kontingen tersebut, Kapel menuturkan bahwa tidak ada sanksi atau hukuman, namun seharusnya ada kesadaran sendiri dari tiap tiap kontingen tersebut. Mengenai fasilitas, panitia masih belum bisa memberikan fasilitas maksimal, mengingat keterbatasan tempat.

Untuk setiap harinya ada 3-4 pertandingan, baik untuk putra maupun putri. Untuk pertandingan putra pertama yang berlangsung setelah pembukaan, ada tim putra FISIP melawan tim putra FTP. Hendra, salah satu kontingen dari Fakultas Teknologi Pertaniaan berpendapat mengenai keterlambatan pembukaan acara tersebut. ” Ya seharusnya lebih tepat waktu ya, terus panitianya juga harus dikoordinasi lagi.” ungkapnya.(rhm)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.