Copy of IMG_1390

Malang–Kav.10 Siapa yang tak kenal dengan Mohammad Rizky Kurniawan? Mungkin nama ini tidak asing ditelinga kita. Dia adalah mahasiswa yang pernah menjabat sebagai Presiden EM tahun 2013 Universitas Brawijaya. Pria berkacamata ini mengaku mempunyai banyak cerita dan pengalaman selama mengemban tugasnya sebagai seorang Presiden EM 2013. “Jadi seorang presiden itu banyak tantangan. Tak hanya itu saja, seorang presiden harus meng-handle (mengontrol, Ed.) banyak bidang mulai dari merangkul UKM, BEM, himpunan dan forum daerah serta mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya”, ujarnya.

EM sendiri adalah lembaga kampus yang memiliki fungsi melayani mahasiswa serta menjalankan pengavokasian kebijakan Universitas Brawijaya. Menurut Rizky kinerja EM pun pasti ada pro dan kontra. Selama menjabat Presiden EM 2013 kinerja pun pastinya tidak berjalan mulus. Pastinya suka duka telah dialami Rizky. Menurutnya suka menjadi seorang presiden yaitu banyak teman dan saudara di internal pengurusan serta bisa bermanfaat buat Brawijaya khususnya, bukan hanya ajang memperebutkan jabatantetapi untuk mengabdi melayani banyak orang. Sementara itu duka yang telah dirasakan Rizki, atau dia lebih memilih menyebutnya “pilihan hidup” salah satunya ialah dia belum menyelesaikan program studi S1-nya di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya. Ia juga telah mengorbankan 1 tahunnya untuk fokus dalam pengadiannya sebagai Presiden EM 2013. Dia pun harus menunda skripsinya dan menyelesaikan skripsinya di semester 10. Lebih lama dari mahasiswa lainnya.

Selama menjadi Presiden ia mengungkapkan beberapa program yang telah ia laksanakan dan diharapkan kelak dilanjutkan oleh kepengurusan selanjutnya. “Kebijakan Presiden EM 2014 harus tetap dilanjutkan seperti meneruskan Program Brawijaya Mengajar, melakukan mengawal parkiran terpusat, serta mendukung dan melanjutkan dua tahapan kebijakan baru yaitu Car Free Day serta pengadaan bis kampus yang tinggal menunggu tenderisasi dan kerja sama dengan Dekan Teknik Dan Himpunan Mahasiswa Mesin”, ujarnya. Dalam periode kepengurusannya Rizky telah mengusahakan Advokasi UKT untuk mahasiswa baru dan Advokasi SPP Progresif untuk mahasiswa lama. Yang paling dapat kita rasakan sebagai mahasiswa Universitas Brawijasa selama masa pengurusannya adalah kebijakan parkir gratis hanya dengan menunjukkan KTM. Pria berkacamata ini berharap agar Brawijaya lebih maju lagi serta memperhatikan prasarana yang dapat menunjang mahasiswa khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya.

Soma Wiryo, salah satu pengurus UKM Pramuka mengungkapkan pendapatnya mengenai kinerja Presiden EM tahun 2013. “Semua kebijakannya tidak ada untung dan rugi, karena kebijakan itu khusus untuk mahasiswa umumnya”, ujarnya. Sedangkan menurut Tri, salah satu pengurus UKM Tenis Meja, kinerja Rizki hanya kena waktu Open House. “Kebijakannya pun tidak begitu saya ketahui dan tidak mengena pada UKM saya ini.”(ptr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.