MALANG-KAV.10 Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Universitas Brawijaya (UB) telah memasuki tahap persiapan. Lembaga Eksekutif Mahasiswa (EM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) mulai sibuk menyukseskan pesta demokrasi di kampus biru tersebut. Namun sayangnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan antusisme mahasiswa dalam Pemira ini.

Bahrul Ulum selaku Komisi II DPM menuturkan bahwa partisipasi mahasiswa UB dalam Pemira tahun lalu hanya mencapai tiga puluh persen dari total seluruh mahasiswa.  “Pemira tahun lalu hanya tiga puluh persen mahasiswa yang ikut mencoblos. Hal seperti ini juga tidak hanya terjadi di UB. Hampir seluruh kampus di Indonesia, tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemira selalu kurang dari tiga puluh persen,” papar mahasiswa Fakultas Hukum tersebut.

Bahrul juga memaparkan bahwa rendahnya partisipasi mahasiswa dalam Pemira tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Rendahnya partisipasi mahasiswa ini disebabkan oleh faktor padatnya jadwal kuliah mahasiswa itu sendiri. “Bahkan faktor lokasi pun bisa turut menjadi penyebabnya. Tapi yang pasti, kita berusaha untuk mensosialisasikan Pemira ini agar diketahui oleh seluruh mahasiswa UB,” tambah mahasiswa angkatan 2009 tersebut.

Selain usaha dari pihak penyelenggara Pemira, kecakapan para calon untuk menyakinkan para mahasiwa untuk memilih juga menjadi faktor penentu tingginya tingkat partisipasi mahasiswa dalam Pemira. “Kecakapan para calon untuk menyakinkan mahasiswa Brawijaya untuk ikut serta memilih juga menjadi faktor penentu. Untuk selanjutnya, itu hak masing-masing mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya atau tidak.  Kami tidak bisa memaksanya,” ujar Bahrul. (ang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.