MALANG.KAV-10 Pemilihan umum merupakan wujud dari sebuah demokrasi. Pelaksanaannya yang jujur dan adil adalah hal utama yang harus diterapkan. Selisih suara yang terjadi dalam setiap penghitungan akan mencederai prinsip-prinsip pemilihan umum itu sendiri.

Universitas Brawijaya memasuki suasana pesta demokrasi tidak terlepas dari hal ini. Penghitungan surat suara dalam Pemira yang masuk harus akurat untuk menghindari selisih suara yang mungkin terjadi.

Panitia Pengawas (Panwas) mengemban tugas untuk mengawasi jalannya Pemira sesuai dengan ketetapan yang telah disepakati bersama. Panwas juga akan dilibatkan dalam penyegelan dan penggembokkan surat suara.

“Saya lebih melakukan pendekatan ketika terjadi kesalahpahaman antara pihak panitia dengan tim sukses dengan memanggil salah seorang dari tim sukses yang bertanggung jawab ketika kesalahpahaman ini terjadi,” ujar Hendri Leo, Ketua Panwas Pemira. Dirinya juga menambahkan bahwa akan berembuk dengan tim sukses masing-masing pasangan sebelum penghitungan suara dilakukan.

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini mengungkapkan bahwa Panwas  akan selektif menempatkan anggotanya untuk mengawasi panitia ketika berada di tempat pemungutan suara (TPS).

Mengenai kerjasama dengan pihak pengamanan kampus, Leo mengatakan bahwa kerjasama ini  masih dengan panitia Pemira. Namun dirinya tidak menutup kemungkinan terkait dengan keterlibatan pihak keamanan kampus dalam mengawal kotak suara. “Kalau perlu kita dan panitia angkat kotak suaranya sama-sama,” tambahnya. (EFF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.