Foto. Para pendamping melakukan bordering untuk Maba saat terjadi kericuhan di barisan mahasiswa terlambat.  (Foto oleh Fakhrudin)
Foto. Para pendamping melakukan bordering untuk Maba saat terjadi kericuhan di barisan mahasiswa terlambat.
(Foto oleh Fakhrudin)

MALANG – KAV.10 Sistem keamanan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2MU) Brawijaya hari kedua dipertanyakan. Pasalnya, saat upacara penyambutan mahasiswa baru (Maba) sedang berlangsung, terlihat sejumlah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan sejumlah mahasiswa dari fakultas lain yang mengatasnamakanForum Mahasiswa Brawijaya, melakukan unjuk rasa di Bundaran Tugu Rektorat, Kamis (5/9). Saat aksi tersebut berlangsung, beberapa Koordinator Lapangan (Korlap) Panitia PK2MU pun sempat terlihat cekcok dengan mahasiswa yang melakukan aksi.

Menurut Ainul Zaini, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPIK, aksi yang mereka lakukan ini terkait dengan isu kepanitiaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MABA)di fakultas mereka, karena Dekanat FPIK tiba-tiba membentuk kepanitiaan baru, namun tidak ada kejelasan setelah itu. “Kalau di fakultas sudah tidak didengar aspirasi kita, sampai di rektorat pun hanya dimediasi saja, akhirnya kita dari panitia yang tidak diakomodir oleh dekanat, melaksanakan WALK OUT dari kepanitiaan,” jelas Ainul. Sementara aksi yang dilakukan Forum Mahasiswa Brawijaya juga menuntut transparansi keuangan rektorat terkait dengan isu UKT. Mereka sengaja mengangkat isu saat PK2MU supaya Maba tahu. “Kalau kita ambil momen biasa, siapa yang mau lihat?” ujar Angga Sukmara, salah satu perwakilan Forum Mahasiswa Brawijaya.

Terkait dengan aksi yang dilakukan tepat pada momen PK2MU tersebut, Ketua Pelaksana Aditya Muslim menyatakan belum ada konfirmasi dari pihak FPIK dan forum mahasiswa terkait aksi tersebut. “Korlap tidak berkomunikasi dengan pihak FPIK, sehingga terjadi miskomunikasi di sana,” jelas Aditya. Menurut Aditya, momen yang mereka pilih tidak tepat, seharusnya acara ini lebih difokuskan untuk fungsi seremonial.
Sempat juga terdengar Korlap PK2MU yang berteriak ke arahMaba dengan kata kasar seperti “goblok” ketika mereka mencoba mengomando Maba untuk balik kanan, agar Maba tidak memperhatikan aksi tersebut, namun ada seorang Maba yang menolak. Terkait hal itu, Aditya mengatakan bahwa sebenarnya Korlap bermaksud mengomando Maba supaya tetap fokus perhatiannya ke agenda PK2MU, sebab memang mahasiswa yang melakukan aksi sempat membawa spanduk-spanduk mereka ke hadapan barisan Maba.

Ketika ditanya mengenai sistem keamanan yang ‘terbobol’ ini, Aditya membantah hal tersebut.“Menurut saya ini tidak bisa dibilang ditembus, karena contohnya kemarin waktu pulang, Maba disambut jargon-jargon fakultas, itu lebih CROWDED,” jelas mahasiswa angkatan 2011 ini.Aditya mengakui sejauh ini tidak ada masalah, selama keamanan Maba tidak terganggu. (aya¬)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.