Foto. Panitia: salah satu Panitia merobek selebarab menolak lupa Munir  (foto oleh Icha Ratnasari)
Foto. Panitia: salah satu Panitia merobek selebarab menolak lupa Munir
(foto oleh Icha Ratnasari)

MALANG – KAV.10 Adu jargon di hari kedua Pengenalan kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MABA) Fakultas Hukum (FH) dengan Fakultas Teknik (FT) berlangsung riuh. Keduanya saling meneriakkan jargon masing-masing. Adu jargon ini bukan suatu masalah untuk keduanya, hanya suatu hal yang biasa dalam PK2MABA. ‘’Setiap tahun memang selalu ada adu jargon, asal tidak keluar dari daerah TERRITORIAL tidak ada masalah,’’ tutur Fatih salah satu perwakilan monitoring dan evaluasi (Monev) FH.

Ada pemandangan lain yang berbeda di lingkungan FH. Hari ini (7/9) merupakan tepat sembilan tahun meninggalnya Munir pejuang Hak Asasi Manusia (HAM). Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Senat Mahasiswa (DSM) menggelar BANNER dan menempelkan sejumlah selebaran peringatan menolak lupa sembilan tahun meningalnya Munir Said Thalib yang merupakan alumni FH dan pejuang HAM. Hal ini ditolak oleh panitia Monev FH karena tidak sesuai dengan aturan-aturan yang telah dibuat selama PK2MABA berlangsung dan peraturan dari hukum itu sendiri. “Pemandangan ini ilegal dan tidak boleh terpasang,“ jawab salah seorang panitia.

Salah seorang panitia Monev terlihat merobek selebaran tersebut. Hal ini membuat Ramadhan dari DSM merasa geram, pasalnya ia tak ingin mahasiswa FH tidak menolak lupa akan insiden sembilan tahun meninggalnya Munir sebagai pejuang HAM serta alumni mereka. Adu mulut pun sempat memanas di depan sekretariat Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Manifes sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh panitia PK2MABA FH yang lain.

Pihak Monev pun berusaha mengklarifikasi hal ini. “Semua bentuk informasi harus disertai perizinan dari BEM atau Pengajaran agar semuanya legal,“ jelas salah satu Monev. (CHA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.