Foto. Aksi mahasiswa FPIK di bundaran UB (foto oleh Akhrizul)
Foto. Aksi mahasiswa FPIK di bundaran UB
(foto oleh Akhrizul)

MALANG – KAV.10Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Universitas (PK2MU) Brawijaya 2013 pada hari kedua diwarnai oleh aksi damai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPIK). Aksi damai yang dilakukan di bundaran rektorat tersebut membentangkan berbagai spanduk yang berisikan kecaman terhadap dekan FPIK.Aksi ini sempat menimbulkan sedikit kericuhan antara panitia PK2MU dan peserta aksi damai. Bahkan pihak keamanan sampai perlu turun tangan untuk membubarkan aksi tersebut.

Ainul Zani, presiden BEM FPIK, mengatakan bahwa aksi damai ini dilakukan hanya untuk menyalurkan aspirasi mereka yang sudah tidak didengar lagi oleh pihak dekanat. Adanya konflik internal antara pihak BEM FPIK dengan dekanat ditenggarai sebagai awal permasalahan ini. Menurut pernyataan Ainul, permasalahan ini disebabkan oleh pembentukan panitia PK2MU baru yang dipilih secara langsung oleh dekan. Padahal, panitia telah terbentuk melalui OPEN RECRUITMENT untuk menerima mahasiswa yang ingin menjadi panitia PK2MU di FPIK. Bahkan mereka sudah mengadukan permasalah ini ke pihak rektorat, namun yang dilakukan hanyalah mediasi.

“Hal ini jelas melanggar Surat Keputusan Dekan Nomer 60 tentang Kepanitiaan PK2MU, yang pasti kami sangat kecewa dengan keputusan dekan tersebut. Maka dari itu kami memutuskan untuk WALK OUTdari kepanitiaan,”tutur Ainul. Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan tersebut menambahkan bahwa tujuan mereka melakukan aksi damai ini bukan untuk mengembalikan posisi mereka sebagai panitia. Seperti yang sudah disebut di awal, tujuan mereka hanya untuk menyalurkan aspirasi mereka.

Mengenai bagaimana mereka bisa menembus pihak keamanan Universitas Brawijaya, Ainul munuturkan bahwa memang tidak ada pelarangan mahasiswa lama memasuki area kampus. Dari perwakilan Panitia PK2MU, Ketua Pelaksana (Kapel) memberikan tanggapan bahwa memang kordinator lapangan (Korlap) tidak mengetahui. “Memang terjadi miskomunikasi antara korlap dan perwakilan mahasiswa FPIK sehingga terjadi sedikit kericuhan,” ujar Aditya Muslim. Aditya mengatakan bahwa alangkah baiknya apabila dilakukan kordinasi dulu antara panitia aksi dan kordinator lapangan.(fan/miy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.