Gelar Tes Non-Akademik, UB Libatkan Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya

MALANG-KAV.10 Seleksi mahasiswa baru (maba) non-akademik yang diperuntukkan bagi para pendaftar SBMPTN melalui jalur marching band dilaksanakan pagi tadi, Rabu, 26 Juni 2013 mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB. Seleksi penerimaan mahasiswa baru yang berlangsung di GOR Pertamina Universitas Brawijaya ini diikuti oleh para pendaftar jalur non akademik tersebut yang sebelumnya telah mendapat pesan singkat dari/oleh pihak rektorat.

Para peserta tes non akademik ini diwajibkan mengenakan pakaian rapi, bersepatu dan membawa surat pendaftaran. Dari data panitia, jumlah peserta tes tersebut ialah tiga belas peserta dan yang tidak hadir dua peserta tapi bertambah satu lagi sehingga total yang mengikuti tes ini sebanyak dua belas peserta. Mereka mengikuti serangkaian acara tes seperti apel, test field commander secara bersama-sama, kemudian dilanjutkan tes per divisi. “Divisi perkusi diikuti oleh tiga peserta tes, divisi braas diikuti oleh tujuh peserta tes dan divisi colourguard diikuti dua peserta tes. Dalam menjalani tes per divisi tersebut para peserta akan dinilai oleh tim penilai masing-masing divisi. Untuk perkusi tim penilainya adalah Tama dan Bagus; divisi brass penilainya Aria, Deby, Darhana; divisi colourguard penilainya Deby dan Irma” ujar Fadli Hibatur Rahman, selaku wakil ketua umum Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya.

Pihak panitia test, Marching Band Ekalavya Suara Brawijaya (MBESB) menyediakan snare, quintom, bassdrum, trumpet, mellophone, baritone, tuba, standar flag, saber, dan rifle. Peserta tes non akademik dapat mengeksplorasi skill mereka semaksimal mungkin. “Kriteria umum penilaian yang kami gunakan adalah dari segi attitude, penguasaan terhadap alat music, dan kekuatan fisik”, tambah Fadli.

Seleksi yang sepenuhnya dilakukan oleh pihak MBESB ini nantinya akan diproses oleh pihak universitas mengenai kelayakan data dari tim penilai. Namun, untuk kepastian tanggal pengumuman, pihak UB belum bisa memberikan klarifikasi waktu tepatnya. “Bagi MBESB, seleksi ini bermanfaat untuk masa depan UKM. Misalnya dapat menambah kekurangan player dan untuk regenerasi anggota” tutur Dahana, selaku penanggungjawab seleksi non-akademik marching band. (aam)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.